Saturday, February 23, 2013

Multyplayer Efek Pariwisata



Multyplayer Efek Pariwisata adalah  hasil dari proses dikembangkannya pariwisata di suatu daerah tertentu. Multiplayer efek dapat pula diartikan keuntungan – keuntungan yang diterima oleh subtansi – subtansi yang sebelumnya tidak bersentuhan langsung dengan pariwisata.
Multiplayer efek dapat dibedakan menjadi 2, yakni langsung dan tidak langsung, sebagai contoh :


  • ·         Langsung

Multiplayer efek yang diterima langsung oleh masyarakat dapat berupa terserapnya tenaga kerja masyarakat sekitar. Dikarenakan adanya pusat pariwisata yang dikembangkan didaerah tersebut. Masyarakat yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan dan tidak berhubungan dengan pariwisata dapat menjadi pekerja pariwisata baik bersifat sementara maupun permanen.



  • ·         Tidak langsung


Multiplayer efek yang diterima tidak langsung oleh masyarakat seperti diterimanya keuntungan dari seorang pekerja pariwisata untuk menjawab kebutuhan anggota keluarganya yang tidak berkerja langsung di pariwisata. Contoh : seorang anak yang menerima uang saku dari hasil kerja ayahnya yang bekerja sebagai karyawan di salah satu pusat pariwisata. Dengan kata lain, anak tersebut tidak bekerja di pariwisata tetapi mendapatkan keuntungan dari pusat pariwisata yang memperkerjakan ayahnya.

Melihat besarnya multiplayer efek yang diberikan dari perkembangan pariwisata, akan sangat baik hasilnya jika kita mengembangkan pariwisata secara optimal.



 posted by : namira dwihandayani



Friday, February 22, 2013

Pembuktian Diri


Setiap orang akan dihadapkan pada pilihan-pilihan yang menentukan akan menjadi apa mereka kelak, salah satunya ialah pemilihan jurusan kuliah. Jurusan apapun yang dipilih pasti sudah melalui banyak pertimbangan, seperti saya yang memilih jurusan perhotelan karena suatu alasan yaitu pembuktian diri.   

Sejak berkenalan dengan dunia memasak tepatnya ketika duduk di bangku SMP, saya mulai merangkai mimpi saya menjadi seorang pemilik restoran. Namun, setiap impian tidak diperoleh dengan mudah, begitupun impian saya yang ditolak oleh beberapa anggota keluarga karena tidak sesuai dengan harapan mereka yang menginginkan saya menjadi seorang akuntan.

Merasa putus asa dengan penolakan keluarga membuat saya menutup diri dari dunia masak-memasak. Selama dua setengah tahun di SMA, saya tidak pernah lagi memikirkan impian masa SMP saya yang dinilai tidak dapat menjamin kehidupan. Namun, segalanya berubah ketika saya dikenalkan dengan STP Trisakti dan dunia perhotelan oleh teman saya.

Mimpi yang dulu saya rasa tidak akan bisa saya wujudkan akhirnya muncul kembali. Sayapun memutuskan untuk mengambil jurusan perhotelan di STP Trisakti yang saya yakini akan membawa saya menuju cita-cita saya menjadi seorang pemilik restoran.

Memang banyak anggota keluarga yang masih tidak setuju dengan jalan yang saya pilih namun hal itu tidak lagi menjadi halangan untuk saya. Sebaliknya, keraguan mereka membuat saya ingin belajar lebih keras lagi agar mampu membuktikan bahwa dunia perhotelan adalah jalan terbaik untuk saya dan mereka tidak lagi memandang sebelah mata dunia perhotelan ini. 

Jessyca Permata Saputra
1241050037

PANDUAN MEMBUAT PROPOSAL PENELITIAN KARYA TULIS ILMIAH (KTI) DAN SKRIPSI DENGAN MUDAH DAN MENYENANGKAN



     Penulisan karya tulis ilmiah merupakan tugas akhir seorang mahasiswa apabila ingin menyelesaikan suatu jenjang pendidikan. Sayangnya tidak semua mahasiswa paham, mengerti cara melakukan penelitian. Bahkan banyak mahasiswa yang memiliki nilai A pada mata kuliah metodologi penelitian, akan tetapi mengalami kesulitan pada saat dia harus menuangkan kedalam sebuah tulisan. Tulisan yang baik tentunya tidak hanya dimengerti oleh pembuatnya akan tetapi yang lebih penting dapat menyampaikan informasi kepada pembaca apapun tingkat pendidikan dan profesinya.


Mengapa banyak mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam membuat sebuah rencana penelitian?
Jawabanya, penelitian bukan cuma sebuah mata kuliah yang harus dihapalkan, lebih dari itu yaitu perilaku atau tindakan yang memerlukan pengetahuan dan keterampilan.

Mengapa pengetahuan?
Pengetahuan diperlukan untuk membuat konsep atau rancangan yang abstrak atau tidak nyata, sedangkan yang dimaksud dengan keterampilan adalah kemampuan merealisasikan atau menuliskan konsep yang telah dipikirkan menjadi sebuah hurup, kata, kalimat, paragraf, bab, dan laporan.


Budaya Sogok Menyogok Menjadi “Pegawai Negeri Sipil (PNS)”


Budaya Sogok Menyogok Menjadi “Pegawai Negeri Sipil (PNS)”
PNS adalah singkatan dari Pegawai Negeri Sipil, padahal untuk mendapatkan pekerjaan sebagai pegawai negeri sipil begitu susahnya minta ampun, sekarang untuk menjadi seorang PNS tidaklah lagi dibutuhkan kemampuan intelektual dari si pelamar, uang sogokan yang menjadi patokan, jadi jangan heran jika orang-orang yang mendapatkan posisi itu bukanlah lagi berdasarkan kemampuan dan keahliannya. Dengan uang sogok semua dapat dibeli, disebagian daerah memang PNS menjadi pekerjaan yang sangat didambakan oleh setiap orang, maklumlah karena tidak ada pekerjaan alternatif yang menjanjikan seperti di daerah lain yaitu dengan banyaknya pabrik-pabrik dan pekerjaan swasta yang menjanjikan.
Untuk mendapatkan posisi ini setiap orang berlomba membanting harga demi untuk menjadi seorang PNS, ada yang membayar hingga puluhan juta rupiah, dan yang sangat disayangkan adalah mereka-mereka yang mempunyai kemampuan intelektual dan ahli dibidangnya sesuai dengan disiplin ilmu yang digelutinya tidaklah berarti, kepintaran dan keahlian kalah oleh tumpukan uang sogok, jadi jangan heran jika di suatu daerah terbuka lowongan CPNSD, maka disitulah dijadikan lahan bisnis miliaran rupiah, maklumlah keuntungan sekali dalam setahun, aduh sungguh kasihan bagi mereka yang tidak mempunyai uang hanya bisa melongo menunggu keajaiban dari Yang Maha Kuasa.

Our Photos

Antara Seni dan Kue



 
Mengapa saya memilih jurusan perhotelan? Ada beberapa alasan yang bisa saya berikan. Dua di antaranya adalah biaya dan Ibu.

Awalnya, ketertarikan dalam dunia seni membuat saya ingin melanjutkan pendidikan di jurusan design grafis. Sayangnya, ada beberapa pertimbangan yang memberatkan pilihan ini, salah satunya adalah biaya perkuliahan yang cukup mahal. Saya menolak ketika disarankan masuk ke jurusan ekonomi yang biayanya lebih murah karena saya tidak ingin meninggalkan dunia kesenian.

Oleh karena itu, saya terus mencari jurusan yang cocok dengan keahlian seni yang saya miliki dan ternyata jurusan itu adalah perhotelan. Istilahnya, saya bisa menerapkan kesenian di atas piring jika saya berprofesi sebagai pastry chef nantinya.

Namun saat itu, saya sama sekali buta dengan dunia perhotelan apalagi pastry. Ibu pun meyakinkan pilihan saya dengan mengajarkan cara pembuatan kue dan rupanya saya cukup menikmati pekerjaan ini. Keyakinan untuk memilih jurusan perhotelan semakin kuat dalam diri saya.

Apalagi setelah saya menerima beasiswa dari Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti yang membuat saya semakin percaya diri bahwa saya bisa sukses melalui pilihan jurusan yang tidak terduga sebelumnya ini.


Posted by : Laudita Soraya - 1241050004

Berawal dari Aroma



       Saya memilih melanjutkan ke STP Trisakti dan memilih jurusan perhotelan karena saya ingin melanjutkan apa yang menjadi pendidikan saya di sekolah menengah saya.

       Berawal dari ketika saya mencium aroma kue yang ayah saya masak pagi hari. Saya terbangun karena aroma nikmat dari hasil kue yang ayah saya buat. Bukan hanya aromanya saja yang enak tetapi juga rasanya yang enak. Mulai saat itu saya mulai tertarik untuk bisa membuat kue seenak yang ayah saya buat, dari saat itulah saya mulai belajar membuat masakan dan kue bahkan sudah menjadi hobi saya.

       Pada awalnya saya tidak berkeinginan untuk melanjutkan pendidikan ke STP Trisakti, tetapi ayah saya meyakinkan saya untuk tetap melanjutkan pendidikan saya dan mewujudkan cita-cita saya. Keraguan saya itupun terjawab dengan ujian saringan masuk untuk program beasiswa yang diadakan oleh STP Trisakti.

        Saya mengikuti ujian beasiswa dengan susah payah dan dengan pengetahuan yang telah saya dapatt sebelumnya, saya mengerjakan semua soal dan interview dari STP Trisakti. Saya masih menunggu hasil deari sana, sedikit membuat saya putus asa sampai pada akhirnya saya mendapat kabar bahwa saya mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan saya di STP Trisakti.

       Setelah saya masuk ke STP Trisakti ini saya jadi semangat untuk bisa mengejar cita-cita saya menjadi seorang executive chef yang bisa membanggakan kedua orangtua saya, dan mengembalikan adanya aroma nikmat suatu masakan atau kue dirumah saya.
Posted by: 
Rosmala Djati 
1241050040