Friday, February 22, 2013

Pendidikan Karakter Sebagai Fondasi Kesuksesan Peradaban Bangsa.

Pendidikan karakter kini memang menjadi isu utama pendidikan, selain menjadi bagian dari proses pembentukan akhlak anak bangsa, pendidikan karakter ini pun diharapkan mampu menjadi pondasi utama dalam mensukseskan Indonesia Emas 2025. Di lingkungan Kemdiknas sendiri, pendidikan karakter menjadi fokus pendidikan di seluruh jenjang pendidikan yang dibinannya. Tidak kecuali di pendidikan tinggi, pendidikan karakter pun mendapatkan perhatian yang cukup besar, kemarin (1/06) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengadakan Rembuk Nasioanal dengan tema “ Membangun Karakter Bangsa dengan Berwawasan Kebangsaan”. Acara yang digelar di Balai Pertemuan UPI ini, dibidani oleh Pusat Kajian Nasional Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan UPI.
Selain Wakil Menteri Pendidikan Nasional, Prof.dr.Fasli Jalal, Ph.D, hadir pula menjadi pembicara seperti Prof.Dr.Mahfud,MD,SH, SU. Prof.Dr.Jimly Asshiddiqie, SH. Prof.Dr.Djohermansyah Djohan, M.A. Prof.Dr.H.Sunaryo Kartadinata,M.Pd. Prof.Dr.H.Dadan Wildan, M.Hum dan Drs. Yadi Ruyadi, M.si.
Wamendiknas dalam acara ini mengungkapkan arti penting pendidikan karakter bagi bangsa dan negara, beliau pun menjelaskan bahwa pendidikan karakter sangat erat dan dilatar belakangi oleh keinginan mewujudkan konsensus nasional yang berparadigma Pancasila dan UUD 1945. Konsensus tersebut selanjutnya diperjelas melalui UU No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang berbunyi “ Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokrasi serta bertanggung jawab.”
Dari bunyi pasal tersebut, Wamendiknas mengungkapkan bahwa telah terdapat 5 dari 8 potensi peserta didik yang implementasinya sangat lekat dengan tujuan pembentukan pendidikan karakter. Kelekatan inilah yang menjadi dasar hukum begitu pentingnya pelaksanaan pendidikan karakter.
Wamendiknas pun mengatakan bahwa, pada dasarnya pembentukan karakter itu dimulai dari fitrah yang diberikan Ilahi, yang kemudian membentuk jati diri dan prilaku. Dalam prosesnya sendiri fitrah Ilahi ini dangat dipengaruhi oleh keadaan lingkungan, sehingga lingkungan memilki peranan yang cukup besar dalam membentuk jati diri dan prilaku.
Oleh karena itu Wamendiknas mengatakan bahwasanya sekolah sebagai bagian dari lingkungan memiliki peranan yang sangat penting. Wamendiknas menganjurkan agar setiap sekolah dan seluruh lembaga pendidikan memiliki school culture , dimana setiap sekolah memilih pendisiplinan dan kebiasaan mengenai karakter yang akan dibentuk. Lebih lanjut Wamendiknas pun berpesan, agar para pemimpin dan pendidik lembaga pendidikan tersebut dapat mampu memberikan suri teladan mengenai karakter tersebut.
Wamendiknas juga mengatakan bahwa hendaknya pendidikan karakter ini tidak dijadikan kurikulum yang baku, melainkan dibiasakan melalui proses pembelajaran. Selain itu mengenai sarana-prasaran, pendidikan karakter ini tidak memiliki sarana-prasarana yang istimewa, karena yang diperlukan adalah proses penyadaran dan pembiasaan.
Prihal pengembangannya sendiri, Wamendiknas melihat bahwa kearifan lokal dan pendidikan di pesantern dapat dijadikan bahan rujukan mengenai pengembangan pendidikan karakter, mengingat ruang lingkup pendidikan karakter sendiri ssangatlah luas.
Sehari sebelum acara yang digelar di UPI ini ( 31/05), di Ruang Rapat Komisi X, DPR-RI, diadakan Rapat Kerja yang membahas pendidikan karakter. Hadir dirapat tersebut selain 25 anggota fraksi, adalah Menkokesra, Mendiknas, Menag, Menbudpar, Menpora, Wamendiknas, Perwakilan Kementerian Dalam Negeri, serta para pejabat eselon 1 kementerian terkait.
Dalam Rapat Kerja tersebut dibahas mengenai kesiapan masing-masing kementerian mengenai pendidikan karakter tersebut. Menkokesra sebagai koordinator perumus pendidikan karakter ini menyebutkan bahwa setiap kementerian yang terikat memiliki program-program berencana mengenai pendidikan karakter yang nantinya diajukan sebagai bahan untuk mengagas lahirnya Keppres mengenai pendidikan karakter. Menkokesra pun menyebutkan bahwa nantinya pendidikan karakter ini akan dijadikan aksi bersama dalam pelaksanaannya.
Para anggota fraksi pun melihat pendidikan karakter ini sangat penting dalam membentuk akhlak dan paradigma masyarakat Indonesia. Semoga pendidikan karakter ini tidak hanya menjadi proses pencarian watak bangsa saja, melainkan sebagai corong utama titik balik kesuksesan peradaban bangsa.


Post by:
 Gladys Felicia 
1241050015

                                                                                                                      




Perayaan Imlek, Turut Menjaga Keutuhan Negeri

             Indonesia merupakan Negara dengan beraneka ragam kebudayaan. Perayaan Imlek merupakan salah satu perayaan  kebudayaan masyarakat Tionghua yang turut memperkaya kebudayaan Indonesia.
Indonesia terkenal akan budayanya yang beragam dan toleransi antar budaya tersebut. Dengan adanya penetapan hari raya Imlek sebagai hari libur nasional dapat menjadi bukti bahwa toleransi antar budaya memang ada.
             Pada dasarnya setiap perayaan atau budaya memiliki caranya tersendiri. Kita sebagai  orang yang turut merayakan ataupun yang tidak merayakan haruslah memiliki rasa saling menghargai dengan budaya lain.
Saya  turut merayakan perayaan Imlek ini. Dan banyak teman saya yang turut mengucapkan meskipun mereka tidak merayakan. Kami menciptakan keadaan seperti “Budayamu budayaku juga” jadi kami saling menghargai budaya setiap orang.
             Menurut saya, perayaan Imlek ini akan menjadi salah satu warna yang akan semakin memperindah keberagaman di Indenesia. Kiranya peningkatan toleransi antar budaya semakin ditingkatkan demi persatuan kebudayaan Indonesia.
             Kita sebagai generasi penerus harus tetap membangkitkan semangat untuk menjaga keutuhan keberagaman yang telah ada di Indonesia.

Post by: 
Yokhebed 
1241050016






Bahasa Asing Kebutuhan Mahasiswa


            Bahasa asing sudah bukan lagi menjadi sebuah keinginan atau sekadar hobby di era globalisasi ini namun, bahasa asing sudah menjadi kebutuhan komunikasi di dunia pekerjaan dan pendidikan. Ada beberapa hal yang menjadikan bahasa asing adalah modal penting bagi kita,khususnya mahasiswa. Salah satunya adalah AFTA (Asean Free Trade Area) yang membuat masyarakat Indonesia beberapa tahun ke depan mau tidak mau berusaha memperbaiki kualitas diri dengan memperlengkapi bahasa internasional,yaitu bahasa Inggris.
            Bahasa asing yang saya ingin kuasai adalah bahasa Inggris sebagai bahasa Internasional pertama ,bahasa Mandarin sebagai bahasa internasional nomer dua dan bahasa Perancis sebagai bahasa yang sangat penting dalam bidang Perhotelan. Bahasa asing tersebut pastinya digunakan untuk media komunikasi verbal yang menjadi modal utama dalam menjalin sebuah hubungan kerjasama internasional.
            Dalam memenuhi ambisi tersebut,saya melakukan berbagai hal,yang diantaranya adalah mengambil kursus bahasa inggris, membeli buku-buku dalam bahasa inggris yang menjadi kontribusi saya dalam berbahasa asing, menjalin hubungan dengan orang asing yang menggunakan bahasa tersebut,dan memaksimalkan teknologi yang sudah ada dengan aplikasi-aplikasi kamus bahasa yang semakin canggih.
            Ada beberapa hal yang membuat saya menyukai dan tertarik dalam belajar bahasa asing . Pertama, pastinya kita yang handal dan menguasai bahasa asing, satu langkah lebih maju dibandingkan orang lain yang sama sekali tidak menguasai bahasa asing tersebut dan membuat kita jadi pertimbangan di dunia kerja nanti dengan keahlian bahasa yang kita miliki. Kedua, memudahkan kita dalam memperluas komunikasi di dunia luar, sehingga baik dalam komunikasi dalam negeri dan luar negeri. Yang terakhir dan yang saya sangat rasakan saat ini, menguasai bahasa asing membantu saya mendapatkan Beasiswa Unggulan yang diselenggarakan oleh Kemdikbud , di Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti. Karena dalam bidang pariwisata,pastinya bahasa asing adalah modal utama yang sangat dibutuhkan.