Friday, February 22, 2013
Antara Seni dan Kue
Mengapa saya memilih jurusan perhotelan? Ada beberapa alasan yang bisa saya berikan. Dua di antaranya adalah biaya dan Ibu.
Awalnya, ketertarikan dalam dunia seni membuat saya ingin melanjutkan pendidikan di jurusan design grafis. Sayangnya, ada beberapa pertimbangan yang memberatkan pilihan ini, salah satunya adalah biaya perkuliahan yang cukup mahal. Saya menolak ketika disarankan masuk ke jurusan ekonomi yang biayanya lebih murah karena saya tidak ingin meninggalkan dunia kesenian.
Oleh karena itu, saya terus mencari jurusan yang cocok dengan keahlian seni yang saya miliki dan ternyata jurusan itu adalah perhotelan. Istilahnya, saya bisa menerapkan kesenian di atas piring jika saya berprofesi sebagai pastry chef nantinya.
Namun saat itu, saya sama sekali buta dengan dunia perhotelan apalagi pastry. Ibu pun meyakinkan pilihan saya dengan mengajarkan cara pembuatan kue dan rupanya saya cukup menikmati pekerjaan ini. Keyakinan untuk memilih jurusan perhotelan semakin kuat dalam diri saya.
Apalagi setelah saya menerima beasiswa dari Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti yang membuat saya semakin percaya diri bahwa saya bisa sukses melalui pilihan jurusan yang tidak terduga sebelumnya ini.
Posted by : Laudita Soraya - 1241050004
Berawal dari Aroma
Saya memilih melanjutkan ke STP Trisakti dan memilih jurusan perhotelan karena saya ingin melanjutkan apa yang menjadi pendidikan saya di sekolah menengah saya.
Berawal dari ketika saya mencium aroma kue yang ayah saya masak pagi hari. Saya terbangun karena aroma nikmat dari hasil kue yang ayah saya buat. Bukan hanya aromanya saja yang enak tetapi juga rasanya yang enak. Mulai saat itu saya mulai tertarik untuk bisa membuat kue seenak yang ayah saya buat, dari saat itulah saya mulai belajar membuat masakan dan kue bahkan sudah menjadi hobi saya.
Pada awalnya saya tidak berkeinginan untuk melanjutkan pendidikan ke STP Trisakti, tetapi ayah saya meyakinkan saya untuk tetap melanjutkan pendidikan saya dan mewujudkan cita-cita saya. Keraguan saya itupun terjawab dengan ujian saringan masuk untuk program beasiswa yang diadakan oleh STP Trisakti.
Saya mengikuti ujian beasiswa dengan susah payah dan dengan pengetahuan yang telah saya dapatt sebelumnya, saya mengerjakan semua soal dan interview dari STP Trisakti. Saya masih menunggu hasil deari sana, sedikit membuat saya putus asa sampai pada akhirnya saya mendapat kabar bahwa saya mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan saya di STP Trisakti.
Setelah saya masuk ke STP Trisakti ini saya jadi semangat untuk bisa mengejar cita-cita saya menjadi seorang executive chef yang bisa membanggakan kedua orangtua saya, dan mengembalikan adanya aroma nikmat suatu masakan atau kue dirumah saya.
Posted by:
Rosmala Djati
1241050040
Teknik Memasak Modern
Beberapa tahun belakangan ini, tren kuliner seni memasak sedang berkembang pesat. Para koki modern menggunakan teknik memasak yang disebut dengan gastronomi molekuler. Teknik ini adalah terobosan baru dalam penyajian hidangan kepada konsumennya. Gastronomi Molekuler ini merupakan teknik yang menggabungkan unsur fisika dan kimia dalam memasak dengan mempelajari perubahan molekul bahan makanan. Contohnya adalah es krim instant yang terbuat dari nitrogen cair.
Para koki modern terus berinovasi mengembangkan teknik baru dalam memasak. Mereka menganggap bahwa cara memasak secara tradisioanl belum tentu menjamin keutuhan nutrisi yang terkandung dalam makanan setelah diolah. Hal ini membuat teknik tradisional tidak dapat menjamin kesehatan kita. Untuk menjawab permasalahan tersebut, mereka mencari solusi dengan terus mengembangkan teknik memasak supaya menjadi lebih sehat dan menarik.
Gastronomi molekuler ini lebih dikenal dengan istilah avant-garde cuisine.Dengan menggunakan beberapa cara memasak yang dapat menyajikan hidangan yang sehat, menarik, dan unik
Para koki modern terus berinovasi mengembangkan teknik baru dalam memasak. Mereka menganggap bahwa cara memasak secara tradisioanl belum tentu menjamin keutuhan nutrisi yang terkandung dalam makanan setelah diolah. Hal ini membuat teknik tradisional tidak dapat menjamin kesehatan kita. Untuk menjawab permasalahan tersebut, mereka mencari solusi dengan terus mengembangkan teknik memasak supaya menjadi lebih sehat dan menarik.
Gastronomi molekuler ini lebih dikenal dengan istilah avant-garde cuisine.Dengan menggunakan beberapa cara memasak yang dapat menyajikan hidangan yang sehat, menarik, dan unik
Posted by:
Margareth Marsia
1241050018
Perhotelan Peluang Kesuksesan
Perhotelan Peluang Kesuksesan
Mayoritas keluarga saya bekerja di bidang perhotelan. Mulai dari orang tua, paman, bibi dan kakak sepupu bekerja di hotel, restoran dan katering. Hal ini membuat saya tertarik dengan bidang perhotelan dan ingin melanjutkan jejak mereka.
Saya juga gemar memasak, karena itu saya makin tertarik untuk menekuni jurusan ini. Saya juga melihat banyak peluang pekerjaan di dunia perhotelan, itu yang membuat saya tidak ragu dengan dunia perhotelan.
Saya memutuskan untuk memilih Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti karena memang sudah terkenal kualitas pengajarannya. Ditambah lagi, STP Trisakti merupakan pelopor Sekolah Tinggi Pariwisata. Saya jadi semakin semangat untuk menekuni jurusan perhotelan. Karena STP Trisakti merupakan salah satu sarana pendidikan yang dapat membantu mewujudkan impian saya.
Sekarang saya sangat beruntung mendapatkan Beasiswa dari Yayasan Trisakti. Dengan diberikannya Beasiswa ini, saya jadi sangat termotivasi untuk mempelajari lebih dalam tentang jurusan ini, untuk memajukan dunia perhotelan di Indonesia agar tidak kalah dengan bangsa lain di kancah Internasional.
Paradigma Pengembangan Sekolah Unggulan
Sekolah Unggulan dapat diartikan sebagai sekolah bermutu namu dalam penerapan saya bahkan penerapan semua kalangan bahwa dalam kategori unggulan tersirat harapan-harapan terhadap apa yang dapat diharapkan dimiliki oleh siswa setelah keluar dari sekolah unggulan. Harapan itu tak lain adalah sangat penting dan sangat dibutuhkan oleh orang tua siswa, pemerintah, masyarakat bahkan oleh siswa itu sendiri yaitu sejauh mana keluaran (output) sekolah itu memiliki kemampuan intelektual, moral dan keterampilan yang dapat berguna bagi masyarakat.
Untuk menyikapi semua itu, kita harus mengubah system pembelajaran yang selama ini berlaku disemua tingkat pendidikan yaitu adanya keterkungkungan siswa dana guru dalam melaksanakan PBM, saya selaku pengajar di SMA Negeri 1 Bulukumba telah merubah sisten itu sejak januari 2006. Sistem yang saya maksud adalah system dimana Siswa dan Guru dikejar dengan pencapaian target kurikulum dalam artian guru dituntut menyelesaikan semua materi yang ada dalam kurikulum tanpa memperhatikan ketuntasan belajar siswa, disamping itu adanya anggapan bahwa belajr adalah berupa transformasi pengetahuan (Transfer of knowlwdge).
Pada sisi unggulan semua system itu seharusnya tidak diterapkan agar apa yang menjadi harapan siswa, orang tua siswa, pemerintah, masyarakat bahkan kita selaku pengajar dan pendidik dapat tercapai. Mari kita sama-sama merubah semua itu dengan mengembangkan Learning How to Learn (Murphi,1992) atau belajar bagaimana belajar, artinya belajar itu tidak hanya berupa transformasi pengetahuan tetapi jauh lebih penting adalah mempersiapkan siswa belajar lebih jauh dari sumber-sumber yang mereka temukan dari pengalaman sendiri, pengalaman orang lain maupun dari lingkungan dimana dia tumbuh guna mengembangkan potensi dan perkembangan dirinya atau dengan kata lain belajar pada hakekatnya bagaimana mengartikulasikan pengetahu an-pengetahuan siswa kedalam kenyataan hidup yang sedang dan yang akan dihadapi oleh siswa.
Secara pribadi dalam hal mengembangkan sekolah kearah sekolah unggulan (sekolah bermutu) disamping perubahan-perubahan tersebut masih banyak hal yang perlu diperhatikan diantaranya : Sarana dan prasarana, Menejmen persekolahan,Visi dan Misi sekolah, Profesionalisme Guru dan lain-lain. Untuk Profesionalisme bukan berarti menguasai sebagian besar pengetahuan tatapi lebih penting adalah bagaimana membuat siswa dapat belajar, guru dan siswa disederhanakan agat tidat tercipta gep, adanya perilaku guru yang membuat siswa tersisih atau terpisah dari gurunya, guru dan siswa harus terjalin komunikasi agar dalam proses pembelajaran ada keterbukaan siswa mengeritik dan mengeluarkan pendapat. Sebab bukan tidak mungkin dengan pengaruh perkembangan teknologi siswa lebih pintar dari gurunya.
Itulah asumsi saya mengenai pengembangan sekolah unggulan, mudah-mudahan, pemerintah termasuk kawan-kawan seprofesi dapat menerapka hal tersebut bahkan mengembangkan lebih jauh lagi.
Post By:
Anastasia Halim
1241050017
Berawal dari Ketertarikan dan Keinginan
Perhotelan, jurusan pendidikan yang saya
pilih ketika saya lulus sekolah menengah. Ada beberapa alasan yang
melatarbelakangi tujuan saya untuk mremilih jurusan perhotelan.
Pertama, saya memiliki hobi memasak dan
melihat orang memasak, dalam bentuk makanan maupun kue. Setiap saya melihat
seseorang memasak atau membuat kue saya selalu berharap untuk bisa membuat
masakan itu terutama ketika melihat ibu dan nenek saya memasak, tetapi saya
bingung bagaimana membuatnya. Saya berpikir dan tertarik dengan masuk jurusan
perhotelan ini agar saya dapat belajar memasak dan mengenal dunia industry
hospitality.
Kedua, beasiswa, saya memilih untuk
meneruskan dan melanjutkan ke STP Trisakti karena selain untuk mewujudkan hobi,
saya juga ingin membantu meringankan biaya pendidikan saya dengan berusaha
untuk mendapatkan beasiswa. Awalnya saya ragu karena basic pendidikan yang saya
ambil sebelumnya bukan perhotelan, tetapi dengan tekat yang bulat dan usaha
untuk bisa membanggakan orang tua saya berusaha untuk bisa mendapatkan beasiswa
tersebut.
Ketiga, mencontoh orang lain, kerabat
ibu saya adalah seorang Manager Executive Chef di salah satu kapal pesiar
(cruise ship) yang mewah, beliau selalu menceritakan bagaimana pengalamannya
bekerja disana ketika dia kembali ke Indonesia. Beliau mengatakan bahwa dengan
bersungguh dari dalam hati dan juga pandainya berbicara asing dan wawasan
tentang hospitality yang sangat luas saya bisa menjadi seorang seperti beliau.
Disaat itulah saya mulai meyakinkan diri saya
untuk bersungguh-sungguh melanjutkan pendidikan saya di bidang perhotelan ini
dengan harapan dan impian saya menjadi seorang executive chef di sebuah kapal
pesiar atau hotel mewah berbintang dan juga bisa membanggakan kedua orang tua
saya, karena merekalah yang telah membantu dan mensupport saya disetiap
keputusan yang saya pilih untuk masa depan saya.
Posted by:
Ami Pramesti
1241050009
Subscribe to:
Posts (Atom)


.jpg)

